Surat Untuk Papa
Kehidupan terkadang tidak selalu semanis madu,adakalanya kita berada diatas dan kemudian kita terjatuh kebawah. Risda Andalia, seorang perempuan sederhana yang sering terlihat ceria, seperti tidak ada beban. 17 juli 2010 adalah awal kehidupan yang nyata baginya dimulai, seorang papa yang selalu di teladaninya pergi meninggalkannya untuk slamanya. Ya, maut,rezeki,jodoh slalu berada di tangan Allah SWT, tidak ada yg bisa merubah atau meniadakannya. Keluarga yang slalu bahagia kini tidak seindah dulu. Mungkin sedikit telah berubah atau tenyata memang sudah sangat berubah.

Banda Aceh menjadi tempat naungnya kini, dengan berbekal keberanian dan tekat yang kuat untuk berhasil dia slalu berusaha untuk menepati janji terakhirnya untuk papa, “ Menyelesaikan kuliah dan membahagiakan mama”. Ternyata tidak semudah menulis di kertas. Begitu banyak masalah yang tidak pernah di laluinya selama bersama papa, kini sedang di laluinya. “Itu hanya sebagian pelajaran Tuhan sayang, jangan menyerah”. Sepenggal perkataan kakaknya yang selalu terngiang sampai sekarang. Ternyata kalimat itu sangat ajaib, memberikan kekuatan disela air mata yang jatuh.

14 juli 2011, pesan singkat yang dia kirimkan untuk semua anggota keluarga memberikan sedikit senyuman di sela kesibukan mereka. “ Lia wisuda hari ini,dengan predikat nilai yang memuaskan dan film documenter yang menjadi tugas akhir terpilih sebagai film terbaik dari seluruh tugas mahasiswa lainnya, makasih doanya”. Ada kebanggaan tersendiri disaat pesan singkat itu terkirim, mereka memang jarang berkomunikasi, mungkin itu sms kedua yang terkirim untuk seluruh anggota keluarga setelah papanya meninggal. Muharram Journalism College (MJC) hari ini resmi mengangkatnya menjadi alumni. Dengan berbekal ilmu jurnalis televisi yang telah di geluti selama 8 bulan ini, ia langsung bekerja sebagai freelance marketing, administrasi dan cameramen di sebuah produsen house milik dosennya.

“Perjalanan ini belum selesai teman,masih ada satu kampus lagi yang harus kita selesaikan,IAIN Ar-Raniry tercinta..”, canda Oja, sahabatnya. Iya, dia kuliah di dua tempat yang berbeda, IAIN Ar-Raniry jurusan Komunikasi Penyiaran Islam dari tahun 2008 sampai sekarang belum selesai dan MJC dari akhir tahun tahun 2010.

Menyelesaikan kuliah, ternyata itu belum semua selesai, baru setengahnya. Tidak sedikit perjuangan yang harus dilalui, begitu juga dengan kesabaran yang harus dipupuk untuk slalu tumbuh. Ketiadaan dana yang tidak selalu ada mungkin akan sangat melambatkan segala urusan. “ Lia, rezeki itu slalu ada setiap harinya untuk kita, tinggal kita aja yang pintar-pintar ambil dimana rezeki itu tersangkut”. Kata harit, teman yang selalu memberikan motivasi untuknya. Dia percaya akan hal itu. Semangat dan kepercayaan akan keberhasilan tidak hanya tertulis di kepalanya, tetapi sudah melekat. Kini dia mulai menulis surat indah untuk papanya, belum seindah yang diharapkan, tetapi sudah melebarkan senyuman papa.

Tidak ada yang tidak bisa kita lalui untuk hidup, awali dengan niat yang baik, tekat yang kuat, usaha yang maksimal,kejujuran yang tulus dan doa yang tak putus. Nanti suatu saat kita akan memungut hasil yang sepadan. Suatu saat nanti kita juga akan menulis surat untuk papa, surat terindah yang membuatnya bangga.


Surat Untuk Papa Kiriman dari Sahabat Ku Risda Andalia

18 comments

May 18, 2012 at 8:33 AM

Keren gan :D

May 18, 2012 at 8:42 AM

sobat@Vicky Bzone: waduuuuuusss,, apanya yang keren gan,,, lol

May 18, 2012 at 9:04 AM

:)

May 18, 2012 at 9:06 AM

@RahMa: :)

May 18, 2012 at 9:27 AM

Mantap, mantap :))

May 18, 2012 at 9:54 AM

sobat@Faizal: :))

May 18, 2012 at 11:04 AM

maaf yaa mass.. sy nda ikutan baca post mass...
lagi kepepet dgn waktu warnet

May 18, 2012 at 11:06 AM

Wehh, manteb nih sobat..
Lanjutkan

May 18, 2012 at 11:25 AM

btl sob,
kehidupan mmg tk sllu manis..

May 18, 2012 at 11:36 AM

seperti curcol ya????
(curcol=kta nak ABG sih gtu///)
:D


smwa indah pda waktunya ^^

May 18, 2012 at 12:02 PM

sobat@Ahmad Rizal Samsi : oke deh sob..gak apa apa kok..hehehe

sobat@Naufal Hanif Rabbani: yup sobat, kalau hidup enak trus, ntar kena giliran susah malah kehilangan arah..hehe

sobat@i luv u: bukan curhat colongan kok, artikelnya dikirim ke email gw =)..orang nya pun lagi disamping gw ni..wkwkwkwkwkwk

amiiiiin yaa rabbal'alamin

May 18, 2012 at 1:20 PM

. . tu dari temen mu ya?!? keren banget . .

May 18, 2012 at 2:27 PM

Tiap baca tulisan tentang Papa, kok jadi nyesek gini yah? >_<
Aku juga pernah bikin surat buat Papa, jadi pengen di posting diblog yahaa

May 18, 2012 at 9:42 PM

@VPie: yups, bener VPie :)

@lulu: sip dah,, lanjuuuuuuuuuut :D

May 20, 2012 at 9:11 PM

Waw, keren banget bro :D (y)

kalau bisa mampir balik ya, makasih :)

May 21, 2012 at 9:27 AM

sobat@arga: rebes sobat :D

May 21, 2012 at 1:33 PM

gak mampir 2 hari, udah ada yang baru thoo :D

May 24, 2012 at 9:15 AM

Waduh heheheheh nie post berbalik 190 derajat dari post aku dulu, aku dulu post tentang surat untuk Tuhan.....

Post a Comment

2012 ©Copyright and Modified by Naturalzine - Template by : Urangkurai

Viewed On Mozila Firefox 11.0 - Chrome and UPGRADE YOU BROWSER If You Want Read Posts